Deretan Skandal Manga Terheboh Sepanjang Satu Dekade
Industri manga dan anime Jepang terbilang jarang ada skandal. Tapi, baru-baru ini mencuat skandal
yang kembali bikin heboh.Industri manga modern tak hanya tentang cerita fiksi dan penjualan buku.
Seiring semakin besarnya komunitas global, beberapa skandal juga muncul dan menarik perhatian publik,
baik di Jepang maupun luar negeri. Berikut beberapa kasus paling mencolok:
1. Shogakukan vs Komikus Jepang
Pada awal 2026, salah satu kasus paling kontroversial mengguncang industri manga. Hal tersebut terjadi
ketika, terungkap sebuah platform besar dari penerbit Shogakukan telah memperbolehkan seorang penulis
yang memiliki catatan kriminal pelecehan seksual terhadap anak untuk terus menerbitkan karya bahkan
di bawah nama pena baru.
Penulis yang sudah didakwa kasus pelecehan seksual kepada korban di bawah umur itu, kembali menulis
dan menerbitkan karya di layanan manga ONE dengan nama beda.
Insiden ini memicu penarikan karya beberapa seniman besar, termasuk karya dari penulis terkenal,
serta penyelidikan internal dan kritik luas dari komunitas pembaca.
2. Plagiarisme Wind Breaker
Kontroversi plagiarisme juga menjadi isu besar di dunia komik digital dan webtoon yang sering
bersinggungan dengan industri manga.
Serial webtoon populer Wind Breaker dibatalkan setelah penulis mengakui bahwa beberapa
adegan mengambil secara dekat panel dari berbagai manga Jepang, termasuk dugaan
penggambaran yang sangat mirip karya lain.
3. Sayorana Wonder Rabbit Dihapus
Kasus lainnya, ada manga one-shot Sayonara Wonder Rabbit dihapus dari platform resmi karena
tuduhan bahwa plot dan elemen visualnya terlalu mirip dengan film Brigsby Bear (2017).
4. Insiden Pembakaran Kyoto Animation
Salah satu tragedi paling mengejutkan dalam sejarah anime modern terjadi pada 18 Juli 2019,
ketika seorang pria bernama Shinji Aoba menyerang studio Kyoto Animation dengan bensin dan
membakar fasilitas Studio 1, menewaskan 36 orang dan melukai puluhan lainnya yang sedang
bekerja di sana.
Pada 2024, Aoba dijatuhi hukuman hukuman mati oleh pengadilan Jepang atas tindakannya yang
mengakibatkan banyak korban jiwa.
5. Act-Age dan Tatsuya Matsuki
Manga populer Act‑Age yang dipublikasikan di Weekly Shōnen Jump dibatalkan secara permanen
pada 2020 setelah penulisnya Tatsuya Matsuki ditangkap karena terlibat tindakan tidak senonoh
terhadap seorang siswa di bawah umur.
6. Penutupan Situs Ilegal Terbesar
Situs pirated manga Mangamura yang populer ditutup pada 2018, namun dampaknya masih
dirasakan bertahun-tahun dalam bentuk gugatan besar terhadap pelanggar hak cipta dan
pemilik situs yang diperintahkan membayar ganti rugi kepada penerbit besar seperti
Shueisha, Shogakukan, dan Kadokawa.
7. Skandal Pornografi Komikus Rurouni Kenshin
Komikus Nobuhiro Watsuki dari serial Rurouni Kenshin ditangkap pada akhir 2017 karena
kepemilikan materi pornografi anak, dan kemudian didenda dalam proses hukum.
Meski kejadian ini terjadi sebelum rentang 10 tahun, dampaknya masih terasa kuat hingga
kini, terutama karena industri dengan cepat melanjutkan karya tersebut dan proyek adaptasinya
tetap berlanjut, memicu perdebatan soal bagaimana industri harus memperlakukan kreator yang terjerat kontroversi serius seperti ini.