7 Anime Jepang Ternista dengan Rating Terendah
Industri anime gak hanya diisi oleh cerita-cerita keren yang bisa mendunia. Beberapa judul di
antaranya justru punya rating terendah dan bisa dilihat di situs IMDb.
Siapa sajakah judul anime Jepang yang punya skor atau rating terendah? Berikut 7 di
antaranya seperti dirangkum redaksi detikpop:
1. Tenkuu Danzai Skelter Heaven (1,7 IMDb)

Tanggal tayang: 9 Desember 2004
Ketika makhluk misterius yang dikenal sebagai “Invaders” menyerang Bumi, organisasi militer
OTS membentuk satuan tempur elit untuk menghadapi ancaman tersebut menggunakan
pesawat tempur canggih bernama Skelter.
Cerita mengikuti pilot muda yang harus mempertahankan umat manusia dari kepunahan.
OVA ini terkenal karena alur cerita yang membingungkan, animasi yang buruk,
dan dialog yang dianggap tidak masuk akal.
2. Mars of Destruction (1,8 IMDb)

Tanggal tayang: 6 Juli 2005
Setelah ras alien yang disebut Ancient Martians menyerang Bumi, pemerintah membentuk tim militer
khusus untuk menghentikan invasi tersebut. Takeru Hinata dan rekan-rekannya harus melawan makhluk
asing sambil mengungkap rahasia di balik konflik. Ceritanya menggabungkan aksi militer dan fiksi ilmiah,
tetapi sering dikritik karena penyuntingan, animasi, dan pengembangan karakter yang minim.
3. Ex-Arm (1,8 IMDb)

Tanggal tayang: 11 Januari 2021
Akira Natsume meninggal dalam kecelakaan pada tahun 2014. Enam belas tahun kemudian,
kesadarannya diaktifkan kembali sebagai bagian dari senjata AI super bernama EX-ARM.
Bersama polisi Minami Uezono dan android Alma, Akira berusaha menghentikan organisasi
kriminal yang memanfaatkan teknologi canggih untuk menguasai dunia. Serial ini menuai
kritik luas karena penggunaan CGI yang dianggap buruk.
4. One: Kagayaku Kisetsu e (2,3 IMDb)

Tanggal tayang: 10 Agustus 2001
Kouhei Orihara kembali ke kota tempat masa kecilnya dan mulai mengalami fenomena aneh:
orang-orang perlahan melupakan keberadaannya.
Ia berusaha mempertahankan hubungan dengan teman-teman dan gadis-gadis yang ditemuinya sambil
mencari jawaban atas misteri yang mengancam eksistensinya. Anime ini diadaptasi dari visual
novel karya Tactics.
5. Laydspo (3,2 IMDb)
Tanggal tayang: 9 April 2018
Di masa depan, olahraga menjadi ajang pertarungan antarbintang. Tiga pemburu hadiah wanita-
Arigetti, Korupi, dan Sabina-mengikuti berbagai kompetisi olahraga futuristik demi memperoleh
hadiah dan menyelesaikan misi mereka. Anime pendek ini menggabungkan komedi dan fiksi ilmiah.
6. Eiken (3,7 IMDb)

Tanggal tayang: 25 Juni 2003
Densuke Mifune tanpa sengaja bergabung dengan Klub Eiken di sekolahnya, sebuah klub yang dipenuhi anggota
perempuan dengan kepribadian unik. Kehidupan sekolahnya berubah menjadi rangkaian situasi komedi romantis
yang dipenuhi fan service dan kekacauan sehari-hari. Anime ini sering dikritik karena fokus berlebihan pada unsur ecchi.
7. Rainy Cocoa (4,1 IMDb)

Tanggal tayang: 5 April 2015
Aoi Tokura mulai bekerja paruh waktu di kafe Rainy Color setelah mengalami pengalaman buruk di kereta.
Di sana ia bertemu kembali dengan Keiichi Iwase, orang yang pernah salah paham dengannya, serta para
pegawai dan pelanggan dengan kepribadian beragam. Ceritanya berfokus pada kehidupan santai di
sebuah kafe dan hubungan antar karakter.
Pada akhirnya, daftar 7 anime Jepang dengan rating terendah menunjukkan bahwa tidak semua judul yang diproduksi
dengan konsep menarik mampu mendapatkan respons positif dari penonton. Setiap anime memiliki kekurangan
masing-masing, mulai dari alur cerita yang dianggap kurang kuat, perkembangan karakter yang tidak maksimal,
animasi yang kurang memuaskan, hingga penyelesaian cerita yang tidak sesuai dengan harapan penggemar.
Namun, rating rendah tidak selalu berarti sebuah anime sama sekali tidak layak ditonton. Penilaian terhadap
sebuah karya sangat dipengaruhi oleh selera, ekspektasi, dan sudut pandang masing-masing penonton.
Ada anime yang mendapatkan kritik karena ceritanya, tetapi tetap memiliki penggemar yang menikmati
karakter, konsep dunia, humor, atau gaya visualnya.
Daftar ini juga dapat menjadi pengingat bahwa popularitas sebuah anime tidak hanya ditentukan oleh nama
besar studio atau materi sumbernya. Kualitas penulisan, penyutradaraan, pengembangan karakter,
serta konsistensi produksi menjadi faktor penting dalam menentukan penerimaan penonton.
Karena itu, rating sebaiknya dijadikan sebagai referensi, bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan
apakah sebuah anime bagus atau buruk. Pada akhirnya, pengalaman menonton tetap bersifat subjektif.
Anime yang dianggap mengecewakan oleh sebagian orang bisa saja menjadi tontonan menarik
bagi penonton lainnya.