Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
    Berita Terbaru Seputar  Anime Dari Jepang Berita Terbaru Seputar Anime Dari Jepang
    Berita Terbaru Seputar  Anime Dari Jepang Berita Terbaru Seputar Anime Dari Jepang
  • Home
  • Cart
  • Checkout
  • My account
  • Sample Page
  • Shop
  • Home
  • Cart
  • Checkout
  • My account
  • Sample Page
  • Shop
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Uncategorized

5 Anime Ini Dilarang di Beberapa Negara, Terlalu Kontroversial

By adminganteng
August 30, 2026 3 Min Read
0

Anime dikenal sebagai karya animasi yang berani mengangkat tema dewasa, kekerasan, hingga isu-isu kontroversial. Tak heran jika beberapa anime berujung dilarang tayang atau dibatasi peredarannya di sejumlah negara.

China menjadi salah satu negara yang memasukkan puluhan judul anime ke dalam daftar konten terlarang di platform online. Selain itu, beberapa negara lain juga pernah melarang distribusi anime tertentu karena dinilai mengandung unsur sensitif atau berpotensi memberi dampak negatif bagi masyarakat.

1. Violence Jack

Violence Jack (TV Mini Series 1986–1990) - IMDb
Violence Jack merupakan adaptasi OVA dari manga karya Go Nagai. Anime ini dikenal sebagai salah satu yang paling kontroversial karena menampilkan kekerasan ekstrem, adegan berdarah yang sangat eksplisit, serta kekerasan seksual. Setelah dirilis secara internasional, anime ini mendapat perhatian dari lembaga sensor di sejumlah negara. Di Inggris, beberapa episodenya ditolak untuk mendapatkan klasifikasi sehingga tidak boleh dijual, diimpor, maupun didistribusikan secara resmi. Hingga kini, Violence Jack masih dianggap sebagai salah satu anime paling kontroversial yang pernah dibuat.

2. Urotsukidoji: Legend of the Overfiend

Urotsukidōji: Legend of the Overfiend – Nitehawk Cinema – Williamsburg

Urotsukidoji: Legend of the Overfiend menjadi salah satu anime yang paling sering dikaitkan dengan kontroversi sensor. Film ini memadukan kekerasan grafis, body horror, konten seksual eksplisit, serta berbagai adegan yang mengganggu. Di Inggris, anime ini sempat mengalami penyensoran besar-besaran sebelum akhirnya dirilis dalam versi yang telah banyak dipotong. Sementara itu, beberapa negara lain memilih melarangnya sepenuhnya.

Di luar kontroversinya, anime ini juga mengubah cara banyak pemerintah memandang anime Jepang. Karya tersebut menunjukkan bahwa anime tidak selalu ditujukan untuk anak-anak sehingga mendorong sejumlah negara menerapkan sistem klasifikasi khusus untuk animasi bertema dewasa.

3. Kodomo no Jikan

A Child's Time (TV Series 2007–2011) - IMDb
Kodomo no Jikan menjadi salah satu anime yang paling memecah pendapat di kalangan penggemar. Ceritanya berfokus pada murid sekolah dasar dan menghadirkan sejumlah situasi yang bersifat sugestif. Meski demikian, pembuatnya menyebut tujuan utama anime ini adalah mengangkat persoalan psikologis dan sosial. Penyajiannya tetap menuai kontroversi hingga membuat beberapa distributor enggan merilis serial tersebut. Di Australia, Classification Board menolak memberikan klasifikasi untuk beberapa versi manganya, sementara animenya juga mendapat pengawasan ketat. Bahkan, banyak penggemar anime yang biasanya menolak penyensoran mengakui bahwa Kodomo no Jikan merupakan karya yang sulit diterima karena tema sensitif yang diangkatnya.

4. High School DxD

High School DxD (TV Series 2012–2018) - IMDb

Meski populer di berbagai negara dan memiliki basis penggemar yang besar, High School DxD juga pernah dilarang di Selandia Baru. Pada 2015, Office of Film and Literature Classification Selandia Baru menolak memberikan klasifikasi untuk OVA High School DxD New: Oppai, Tsutsumimasu!. Alasannya, OVA tersebut dianggap menampilkan seksualisasi terhadap karakter yang tampak di bawah umur sehingga melanggar standar hukum setempat. Akibatnya, OVA tersebut dilarang untuk didistribusikan maupun diedarkan di Selandia Baru. Larangan itu kemudian dicabut pada 2023 setelah dilakukan peninjauan ulang, dan anime tersebut akhirnya memperoleh klasifikasi R16. Meski begitu, kasus ini tetap menjadi salah satu contoh langka anime populer yang pernah dilarang secara resmi oleh otoritas suatu negara.

5. Death Note

List of Death Note characters - Wikipedia

Death Note tidak menjadi sorotan karena kekerasan grafis atau konten seksual, melainkan karena kekhawatiran terhadap pengaruhnya di dunia nyata. Setelah manga dan animenya meraih popularitas global, sejumlah sekolah di China, Amerika Serikat, dan beberapa negara Asia Tenggara melaporkan adanya siswa yang membuat tiruan “Death Note” dengan menuliskan nama teman sekelas maupun guru di buku catatan yang menyerupai buku dalam cerita. Kekhawatiran terhadap perilaku meniru tersebut membuat banyak sekolah melarang manga Death Note maupun merchandise terkait dibawa ke lingkungan sekolah. Bahkan pada tahun 2015, Kementerian Kebudayaan China memasukkan Death Note ke dalam daftar anime yang dilarang di platform online domestik sekaligus membatasi penjualan produk terkait.

Tags:

5 ANIME INI DI LARANG KARENA TERLALU KONTORVERSIALDEATSH NOTEHIGH SCHOOL DXDKODOMO NO JIKANLEGEND OF THE OVERFIENDONE PIACEVIOLENCE JACK
Author

adminganteng

Follow Me
Other Articles
Previous

6 Anime Perlawanan pada Sistem yang Menindas

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • 5 Anime Ini Dilarang di Beberapa Negara, Terlalu Kontroversial
  • 6 Anime Perlawanan pada Sistem yang Menindas
  • Awal Baru, Remake The One Piece Rilis Visual Baru
  • CEO WIT Studio Buka Suara Soal Attack on Titam Diambil oleh MAPPA
  • 12 Rekomendasi Anime Summer Terbaru 2026, Ada Tougen Anki!

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • August 2026

Categories

  • Uncategorized
Copyright 2026 — Berita Terbaru Seputar Anime Dari Jepang. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by